Monday , 23 July 2018
Kabar Ticker

AGAR BISA BEKERJA, OKNUM KECAMATAN SINGKEP SELATAN MINTA UANG PELICIN

Untitled-1

KL-Praktek percaloan tenaga kerja masih terjadi Lingga. Di tengah itu, ada permainan oknum Kecamatan yang memanfaatkan kesempatan. Kecamatan Singkep Selatan merupakan salah satu kecamatan yang baru beberapa tahun dimekarkan. Tapi siapa sangka, ternyata mencari pekerjaan yang ada di kecamatan ini cukup sulit.

Menjadi seorang sarjana yang memiliki intelektual yang tinggi, ternyata tak jadi jaminan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Singkep Selatan ini bisa dengan mudah mendapat pekerjaan. Selain jumlah lowongan kerja yang tak berbanding lurus dengan jumlah pencari kerja, salah satu penyebab sulitnya mencari kerja di disini, yakni akibat adanya calo tenaga kerja. Mereka yang berniat mencari kerja harus terlebih dahulu merogoh kocek sebagai uang pelicin kepada calo tersebut. Kondisi tersebut jelas membuat warga resah. Apalagi bagi mereka yang asli warga kecamatan tersebut. Ironisnya, praktik percaloan tenaga kerja ini diduga dilakukan oknum Kecamatan.

Salah satu warga desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan yang memiliki anak yang sudah menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi di kota Tanjung Pinang, yang tidak mau disebutkan namanya mengaku sudah berbulan-bulan mencari pekerjaan untuk anaknya dari satu instansi ke instansi pemerintah lainnya di Kabupaten Lingga ini Tapi jawabannya sama, sedang tidak ada lowongan.

Beberapa waktu yang lalu, dia mendapat informasi lowongan kerja oleh salah satu oknum Pegawai di Kecamatan Singkep Selatan. Dia pun lantas bergegas ke kantor camat tersebut.

Saat saya bertemu dengan salah satu oknum pegawai kantor tersebut terus oknum tersebut mengatakan kepada saya seperti ini, karena untuk masuk kerja sekarang sangatlah susah pak, apalagi lowongan pekerjaan untuk saat ini di instansi pemerintah boleh di bilang tidak ada maka jika seandainya anak bapak mau masuk kerja, saya akan usahakan untuk bekerja di kantor tapi bapak harus menyediakan uang sebesar dua juta rupiah sebagai uang pelicin untuk memudahkan anak bapak agar bisa diterima bekerja. Begitu keterangan yang di dapat oleh orang tua tersebut dari oknum pegawai Kecamatan Singkep Selatan saat ditemuinya tersebut.

Saat itu dalam benaknya hanya satu, yakni ingin segera mendapat pekerjaan untuk anaknya. Tapi, dengan persyaratan yang diberikan oleh oknum pegawai kecamatan tersebut, orang tua tersebut merasa berat dikarenakan untuk saat ini dia belum memiliki uang sebanyak itu,dia juga menambahkan anaknya sudah hampir 1 tahun lebih mencoba untuk melamar pekerjaan tetapi semuanya tidak diterima, dia pun sudah tidak memiliki uang lagi dikarenakan uangnya sudah banyak habis untuk menyekolahkan anaknya sewaktu kuliah dulu, namun ketika ada info lowongan pekerjaan dari kecamatan malah saya harus mencari uang dulu untuk memudahkan anak saya mendapatkan pekerjaan, ini benar-benar membuat saya heran karena setahu saya kalau kita melamar kerja itu tidak pernah dipungut biaya apalagi sebanyak itu, ungkapnya kepada media, Selasa (17/05).

Orang tua tersebut berharap agar anaknya bisa segera bekerja di pemerintahan dan menerapkan ilmu yang sudah didapatnya di perguruan tinggi di tanah kelahirannya ini tanpa perlu mengeluarkan Dana atau Uang pelicin untuk memuluskan anaknya agar mendapatkan pekerjaan tersebut.

Sewaktu dikorfimasikan dengan Camat Singkep Selatan Saman Melalui telpon seluler (HP) yang hari ini akan berangkat dari Tanjung Pinang ke-Dabo Singkep selesai Urusan Dinas ,  mengatakan saya tidak tahu menahu  dalam masalah ini kalau anak buahnya yang berbuat sepaerti ini dan dia juga meminta kepada Media Online ini  untuk mencari tahu Siapa Oknum Kecamatan tersebut yang Meminta Uang Pelicin itu  (Imam/Sam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


four + 8 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top

Switch to our mobile site