Tuesday , 19 October 2021
Kabar Ticker

DEMI MENDAPATKAN JARINGAN LISTRIK, WARGA RELA GOTONG ROYONG PERBAIKI JALAN RUSAK

KL – Memperlancar akses pemasangan tiang listrik di jalan menuju Desa Rantau Panjang Kecamatan Lingga Utara. Masyarakat setempat dengan kompaknya Gotong royong bersama-sama memperbaiki jalan yang sudah rusak parah supaya akses pemasangan Tiang listrik dan lalu lintas kendaraan berjalan lancar, meski jalan berlumpur bilah datang  hujan.

Seperti dikatakan Ketua Pemuda Rantau Panjang Baba, sejak hujan deras mengguyur wilayah Rantau Panjang beberapa hari lalu, membuat akses jalan yang baru di buka oleh Pemerintah terputus. Hal itu dilakukan, supaya akses dapat berjalan lancar, baik pengangkutan tiang listrik maupun aktivitas warga menuju Daik Lingga.  “Masyarakat bersama RT/RW, BPD dan Kepala Desa Rantau Panjang secara swadaya dan Gotong royong , supaya jalan yang putus dapat di lewati, terutama membawa tiang listrik ke Desa dan lalu lintas kendaraan menuju Daik, baik honorer maupun PNS berulang kerja dari Rantau Panjang ke Daik Lingga,” kata Baba, Rabu (3/8).

Ceritanya, dalam waktu dekat pemasangan tiang Listrik PLN dari jalan Raya menuju Rantau Panjang akan di laksanakan. Melihat kondisi jalan yang saat ini banyak dihantam longsor akibat hujan deras, membuat Masyarakat dan Pemerintahan Desa sepakat memperbaikinya.

Adanya pemasangan jaringan menuju Rantau Panjang, membuat warga setempat ber semangat untuk Bergotong royong  bersama, karena selama ini masyarakat hanya dinyalakan oleh Mesin pembangkit Listrik milik desa, dengan pemakaian satu malam Rp7 Ribu sampai Rp10 Ribu dalam satu malam.  “Setiap rumah membayar beban dalam satu bulan mencapai Rp300 Ribu. Ini sudah barang tentu menjadi beban kami sebagai Masyarakat membayar setiap bulannya. Kita juga meminta Dinas membantu memperbaiki jalan yang telah Rusak parah sekarang ini, supaya pemasangan jaringan listrik tidak terhambat,” terang Baba.

Kepala Desa Rantau Panjang Nuriman menuturkan, sejak hujan deras dalam beberapa hari lalu membuat jalan yang di bangun Tahun 2014 lalu melalui pemerintah daerah dan shearing dana provinsi hampir putus akibat longsor, dan lima Gorong-gorong juga hampir putus. “Masyarakat bersama Pemerintah Desa sepakat lakukan Gorong- gorong  bersama memperbaiki jalan longsor dan lima gorong-gorong juga hampir putus. Kita pernah menanyakan ke pihak kebupten dan provinsi, massalah perbaikan jalan, namun tidak ada anggaran,” ungkapnya, Rabu (3/8).

Dia mengaku, perbaikan jalan merupakan salah satu di harapkan pihak PLN Daik supaya masyarakat secara swadaya melakukan perbaikan, agar akses memasukkan tiang PLN tidak menjadi hambatan nantinya, jika tidak dilakukan, kemungkinan besar bisa di alihkan ketempat lain.

“Alhamdulillah sekarang perbaikan jalan sudahpun selesai, sekarang kita menunggu kapan akan di pasang jaeingannya. Memang sejak dari dulu masyarakat Rantau Panjang berharap PLN masuk Desa, karena selama ini hanya menikmati mesin desa yang di bantu Pemerintah. “Biaya memang terlalu besar, dan masyarakat merasa terbebani, dalam satu bulan setiap rumah dikenakan Rp300 Ribu. Nyala Pukul 17.30 WIB, di matikan Pukul 23.00 WIB. Masyarakat sangat merasa terbebani,” tuturnya.

Dia juga mengaku, kapan akan di pasang jaringan dia belum tahu, informasi didapatkan pada tahun ini. Sebanyak 196 Kepala Keluarga menunggu listrik masuk ke desa, sehingga masyarakat rela berkorban memperbaiki jalan-jalan yang rusak dihantam hujan. “Dari simpang masuk ke Rantau Panjang sekitar 6 Kilometer, dengan lebar jalan lebih kurang 9 Meter. Memang bila musim hujan jalan berlumpur, setiap melewati motor harus di bersihkan. Namun saat ini, akses masyarakat ke ibu kota kabupaten tidak lagi terhambat,” paparnya.

Kepala PLN Daik Lingga Juhari Naenggolan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya jaringan masuk Rantau Panjang, saat ini pihaknya sudah menyediakan 100 tiang beton PLN untuk jaringan masuk Rantau Panjang. “Kalau tiadak ada kendala dan hambatan dalam dua minggu ini, tiang untuk jaringan sudah masuk ke Rantau Panjang. Terhitung dari persimpangan masuk ke Desa, kita memerlukan 100 tiang,” ujar Juhari, Rabu (3/8).

Dia juga mengaku, sejak jalan masuk Desa ada kerusakan, dia meminta pada pihak Desa dan masyarakat agar melakukan perbaikan secara swadaya supaya akses membawa tiang tidak menjadi hambatan dalam perjalanan nantinya. “Kalau memang tidak di perbaiki, kita akan sulit membawa tiang jaringan, bahkan bisa-bisa di alihkan ke tempat lain, karena ada beberapa tempat juga memerlukan jaringan listrik. Kita sudah berusaha supaya Rantau Panjang mendapatkan aliran listrik, dan sekarang sudah mereka perbaiki dalam waktu dekat akan di pasang jaringannya,” katanya.

Disinggung, kapan akan dinyalakan atau pemasangan jaringan kerumah masyarakat, Juhari mengembalikan masalah itu kemasyarakat, kalau masyarakat sudah ada persiapan biaya untuk masuk dan sesuai dengan jumlah diinginkan, PLN akan siap menyalakan tahun ini. “Kalau masyarakat sudah siap biayanya, untuk kepengurusan KWH, pihak PLN tidak madalah untuk mengalirkan aliran listrik secepatnya,” pungkasnya. (mrs/Sam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


five + = 10

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top