Wednesday , 12 May 2021
Kabar Ticker

Hujan Terus Mengguyur, Jalan Rantau Panjang Bertambah Parah

Kondisi Jalan Rantau Panjang saat ini

KL – Warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Lingga Utara minta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri segera perhatikan ruas jalan yang menghubungkan antara Desa Resun menuju Desa Rantau Panjang, karena kondisi sekarang ini kian bertambah parah.

Baba, tokoh Pemuda Rantau Panjang mengatakan, jalan tersebut merupakan akses jalan darat satu-satunya, dan sekarang ini sangat memperihatikan, membuat akses lalulintas kendaraan jadi terhambat.

Menurut pria yang terkanal getol sekali memperhatikan kampung halamannya ini berpendapat, bila terus dibiarkan jalan bertambah parah, akses masyarakatpun dapat terhenti, kerena disejumlah titik jalan dipenuhi lumpur yang tak ubah seperti jalan off road.

“Sekarang kondisi jalan sangat parah sekali. Kasihan kalau ibu-ibu yang lewat, mereka harus ekstra hati-hati, dan tak jarang pula banyak yang terjatuh dan mengurungkan niatnya ingin ke Daik Lingga,” ungkapnya

Dikatakannya, jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat dikarenakan merupakan akses untuk memperpendek rentang kendali dibandingkan jalur laut jika menuju Desa Resun. Namun, kondisinya yang rusak parah tentu saja menjadi hambatan dan menyulitkan masyarakat.

“Parahnya lagi, jalan tersebut sudah ada yang longsor. Jalan ini sudah semestinya diperbaiki Pemerintah. Kita minta pemerintah serius perhatikan jalan ini,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, jalan Rantau Panjang yang semula merupakan jalan kabupaten sekarang sudah menjadi jalan provinsi. Bahkan, untuk di Kabupaten Lingga sendiri, sejumlah jalan yang menjadi kewenangan provinsi otomatis anggaran pembangunannyapun dari provinsi.

“Sekarang jalan ini mnenjadi kewenangan provinsi, kita harap ada penanganan cepat dari pimprov, supaya jalan ini tidak bertambah parah, dan menyulitkan masyarakat nantinya,” imbuh dia.

Pantauan dilapangan, jalan Resun-Rantau Panjang merupakan salah satu akses jalur perekonomian baru bagi masyarakat Desa Rantau Panjang. Jalan yang menghubungkan dua desa tersebut sepanjang 6 Kilometer masih jalan tanah merah. Ketika musim hujan, jalan tersebut berlumpur dan licin. Bahkan ketika musim panas, jalan tersebut berdebu. Namun yang kerap terjadi, hujan terus-terusan melanda membuat kondisi jalan terus berlumpur. (mrs/Sam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


− three = 3

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top