Tuesday , 19 October 2021
Kabar Ticker

Licin dan Berlobang, Jalan Senempek-Sambau Butuh Perhatian

Kondisi Jalan Senempek-Smabau

KL Р Sudah sekian tahun belum di perhatikan, warga Kampung Sambau Dusun II Senempek Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara minta ruas jalan Senempek-Sambau diperhatikan, jika hujan deras jalan penghubung kedua kampung bertambah parah.

Anuar, Ketua RW 06 Kampung Sambau mengatakan, kondisi jalan masih tanah kuning bercampur pasir dan berlobang sana-sini, akan mengancam keselamatan pengendara, karena jalan licin dan berongga-rongga.

“Mewakili warga, kami sangat meneruh harapan pada Pemkan Lingga, supaya dapat mengalokasikan anggaran untuk pengerasan jalan. Kalau pengaspalan, itu belakanagan, asalkan ada peningkatan jalan atau pengerasan, jadi aktifitas masyarakat tidak terhambat,” tuturnya, Kamis (5/1).

Cerita Anuar, bila terjadi hujan dari pagi sampai siang saja, jalan sudah sulit dilalui, parahnya lagi ketika para guru-guru ingin mengajar anak didiknya di SDN 028 kelas jauh yang berada di Sambau, membuat proses belajar mengajar jadi tehambat.

“Jika terjadi hujan deras, para guru jarang ingin datang, mengingat kondisi jalan itu. Kita mau bilang apa, memang kondisi jalan telah menjadi penghambat dunia pendidikan di Sambau,” terangnya.

Dana, warga Daik yang sempat melewati jalur tersebut mengaku, kalau jalan penghubung Senampek-Sambau sangat bernahaya jika hujan deras terus mengguyur, bahkan tak jarang pula para pengendara yang terjatuh, karena terlalu licin dan berlobang untuk dilewati.

“Jika dilakukan pengerasan jalan, daerah Sambau akan terbuka dari keterisoliran.
Saat ini, warga setempat sangat merasa terisolir bila jalan tidak ada di perhatikan pemerintah,” kata Dana yang hampir setiap hari datang ke Sambau untuk keperluan tertentu.

Lanjutnya, setiap musim hujan, orang ingin ke Sambau harus mikir terlebih dahulu, apapun keperluan akan terhambat. Ia juga mengaku pernah ingin memasuki jalan Sambau, ternyata Sambau di guyur hujan, jalan terlihat parah, membuat dia harus banting setir kembali ke Daik.

“Memang sangat memperihatinkan sekali, saya sendiri saja tidak mampu melewatinya, bila jalan itu sudah diguyur hujan,” imbuhnya.

Bila di amati di lapangan, musim hujan, para pengendara harus ekstra hati-hati jika melintasi ruas jalan yang licin tersebut. Jalan itu juga akan mengundang korban bila pengendara memaksakan diri melintasi jalan yang licin dan berlobang tersebut, bila telah di guyur hujan. Selain itu pula, jalan terlihat semak belukar yang sudah mulai menutupi ruas jalan. (mrs/Sam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


six × = 42

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top