Pemkab Lingga Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual Melalui Zoom Meeting

 

KL- Bupati Lingga M. Nizar, S.Sos didampingi Wakil Bupati Lingga Ir. H. Novrizal, S.T.,M.IP menghadiri Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2026 dan Evaluasi Dukungan Pemda Dalam Program 3 Juta Rumah. Adapun kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Kemendagri di Ruang Rapat Dinas PUTR Kabupaten Lingga.Selasa, (27/1/2026)

Rakor ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Drs. H. Tomsi, M.M., beberapa perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pangan Nasional (BAPANAS), serta seluruh pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Hadir juga bersama Bupati dan Wakil Bupati Lingga dalam rakor ini Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Lingga Said Hendri, S.T., MH, dan Plt. Kepala Dinas PUTR Kabupaten Lingga Yusdiandri, S.T.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito menyampaikan bahwa masalah pengendalian inflasi ini, adalah tugas kita bersama, bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Pusat, tapi merupakan tanggung jawab kolektif semua pihak, yang kompeten didalamnya.

“Masalah Inflasi ini, bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Pusat, tetapi ini menjadi tanggung jawab kolektif kita bersama. Oleh karena itu, koordinasi dan sinergi lintas sektor harus terus diperkuat,” ujarnya.

Berdasarkan laporan data SP2KP per-26 Januari 2026, bahwa inflasi pada minggu ke 4 di bulan Januari ini, tercatat 11 Provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi, sementara 26 Provinsi mengalami penurunan harga di banding Bulan sebelumnya, adapun 1 Provinsi tercatat relatif stabil.

Adapula komoditas penyumbang andil kenaikan IPH di 11 Provinsi yang mengalami kenaikan IPH adalah daging ayam ras dan bawang merah.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh perangkat daerah karena dinilai mampu menjaga tingkat inflasi nasional dalam batas yang ideal.

“Inflasi kita dalam angka ideal 2,92 % (Data BPS) di bulan Desember 2024 hingga Desember tahun 2025, dan 0,64 % dibulan Desember terhadap bulan desember 2025.” ujar Tito dalam rapat koordinasi tersebut.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Sekjen Mendagri Tomsi juga memaparkan bahwa inflasi tahunan (year-to-year) Indonesia periode Januari hingga Desember 2025 berada di angka 2,92%. Angka ini dinilai masih cukup terkendali meski Indonesia sedang menghadapi situasi sulit.

“Dalam kondisi negara kita sedang mengalami musibah di wilayah Sumatera Utara, Sumatra Barat dan Aceh, ini adalah hasil perjuangan semua pihak. Meskipun terjadi lonjakan di beberapa titik, Alhamdulillah kita masih berada dalam rentang batasan yang ditetapkan,” ujar Tomsi.

Mendagri Tito berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan menjelang ramadhan agar tetap berjalan lancar tanpa adanya lonjakan inflasi yang signifikan.

Yang menjadi tantangan utama yaitu bukan pasokan nasional, melainkan distribusi antar Daerah.
Rakor inflasi ini diharapkan adanya komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah, demi menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan partisipasi aktif dalam rakor ini, diharapkan Pemkab Lingga dapat terus mengambil langkah strategis dan tepat sasaran dalam mendukung kebijakan nasional, menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, turut dibahas pula evaluasi dukungan pemerintah terhadap Program 3 Juta Rumah, yang merupakan bagian dari upaya nasional menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui keikutsertaan dalam Rakor ini, Pemerintah Kabupaten Lingga berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan nasional dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mendorong sinergi lintas sektor guna menekan laju inflasi di daerah.(***)

Sumber – Diskominfo Lingga

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


eight − = 1

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses