KL – Tenaga Ahli Bupati Lingga Bidang Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), H. Abdullah, S.Th.I., kembali menorehkan karya dengan menerbitkan buku keduanya yang berjudul “Dua Langkah Hidup (Sebuah Panggilan dan Tujuan)”.
Buku tersebut secara simbolis telah diserahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lingga di sela-sela rangkaian kegiatan Safari Ramadan yang digelar di Kampung Budus, Desa Merawang, Kecamatan Lingga. Momentum tersebut menjadi istimewa karena peluncuran buku berlangsung dalam suasana religius bulan suci Ramadan, yang selaras dengan pesan spiritual yang diangkat dalam karya tersebut.
Dalam sinopsisnya, buku ini mengajak pembaca untuk merenungi makna dua panggilan utama dalam adzan yang setiap hari dikumandangkan lima kali. Panggilan pertama, “Hayya ‘alash shalah” (marilah menunaikan shalat), digambarkan sebagai medan perjuangan batin. Sejak azan pertama berkumandang, manusia dihadapkan pada berbagai godaan—rasa malas, kesibukan, kantuk, hingga bisikan untuk menunda. Setiap langkah menuju shalat disebut sebagai perjuangan melawan godaan setan.
Sementara itu, panggilan kedua, “Hayya ‘alal falah” (marilah meraih kemenangan), dimaknai sebagai ajakan menuju kemenangan yang hakiki. Bukan sekadar keberhasilan duniawi, tetapi kemenangan total: mampu menaklukkan hawa nafsu, meraih kesuksesan hidup di dunia, serta memperoleh keselamatan di akhirat menuju surga Allah SWT.
Penulis menegaskan bahwa jawaban atas kedua panggilan tersebut sama, yakni “La haula wala quwwata illa billah”—tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Kalimat ini menjadi inti pesan buku, bahwa manusia tidak mampu melawan godaan maupun meraih kemenangan sejati tanpa bersandar sepenuhnya kepada pertolongan-Nya.
Melalui buku “Dua Langkah Hidup (Sebuah Panggilan dan Tujuan)”, H. Abdullah berharap pembaca dapat menjadikan shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi sebagai titik awal perubahan hidup. Dua langkah sederhana—memenuhi panggilan shalat dan mengejar falah—diyakini menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang seimbang antara dunia dan akhirat.
Terbitnya buku ini diharapkan dapat menjadi tambahan khazanah literasi keagamaan di Kabupaten Lingga serta menjadi motivasi spiritual bagi masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.(***)
Sumber – Diskominfo Lingga




