Tuesday , 11 May 2021
Kabar Ticker

Roro Penyebrangan Jagoh-Penarik Menjadi Idaman Warga Kabupaten Lingga

IMG-20170628-WA0002

KL- Tidak saja di hari biasa, tapi menjelang dan sesudah lebaran, roro trayek Jagoh-Penarik menjadi idaman dan Primadona Masyarakat Kabupaten Lingga sebagai angkutan penyebrangan antar dua pulau ini

Terhitung, sejak aktifnya pelabuhan yang diresmikan Kemenhub Tahun 2016 lalu, KM Paray yang melayani trayek Jagoh-Penarik penumpang tidak pernah sepi dikarenakan  ringan di ongkos dan  penumpang boleh membawa kendaraan roda dua dan roda empat.

Sukri penumpang roro menuturkan, dia lebih memilih naik roro selain murah meriah dia dapat membawa barang agak lebih tanpa mengeluarkan biaya besar meskipun perjalanannya memakan waktu satu jam.

“Saya merasa lebih nyaman menggunakan roro kalau berangkat ke Dabo atau pulang ke Daik. Sejak di bukanya jalur ini saya sebagai masyarakat kurang mampu sangat merasa terbantu sekali,” ungkapnya.

Dikatakan, sejak roro ada dia sangat merasa terbantu sekali, karena keluarganya banyak berada di Dabo Singkep, bahkan keluarga dari Dabo mudah datang ke Daik karena dapat membawa kendaraan roda dua.

“Sejak adanya kapal roro penyebrangan Jagoh-Penarik saya tetap memilih roro biarpun memakan waktu satu jam, saya merasa aman dan nyaman,” tutur dia.

Masih diseputar penumpang roro, Rosa warga Dabo Singkep dan salah satu pegawai Pemkab Lingga juga mengaku, adanya roro penyebrangan dia dapat satu minggu dua atau tiga kali pulang ke Dabo, karena biaya penyebrangan sangat terjangkau.

“Kalau menyerang menggunakan speed biayanya Rp50 Ribu, sekali berangkat. Kalau menggunakan roro dengan ongkos Rp50 Ribu, kita sudah dapat membawa kendaraan roda dua,” jelasnya.

Dia melihat, sejak adanya roro penyebrangan Jagoh-Penarik, penumpang kerap sekali penuh, karena biaya penyebrangan perorang Rp11 Ribu, sedangkan kendaraan roda dua Rp30 Ribu.

“Dengan uang Rp50 Ribu, kita sudah dapat membawa kendaraan dan tidak perlu pakai ojek. Yang jelas kami merasa terbantu sekali dengan adanya roro penyebrangan antara Dabo dan Daik,” imbuhnya. (mrs/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


× five = 5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top