Wednesday , 27 October 2021
Kabar Ticker

Camat dan Uspika Lingga Sembangi Nasrul Di Dusun III Tembok Desa Mentuda

IMG-20170312-WA0001

KL _ Setelah mengatahui adanya warga Tembok Desa Mentuda Kecamatan Lingga mengidap penyakit selama tiga tahun dan berefek buruk pada ekonomi keluarga, Camat Lingga bersama Uspika Lingga secara bersama-sama turun menyembangi keluarga tersebut

Kedatangan rombongan dipimpin langsung oleh Camat Lingga dan  di dampingi Ketua Gerakan Peduli Suku Laut Lingga Densy Diaz dan Chan Pau menuju lokasi dengan menggunakan pompong sekaligus memberi bantuan sembako pada pihak keluarga.

Camat Lingga Yulius, megaku tidak bisa menunggu lama, meski hari libur dia bersama jajaran Polsek, Puskesmas, Danramil langsung menuju lokasi. Di Dusun III Tembok mereka disambut Kepala Desa Mentuda, RT/RW dan masyarakat yang lebih dulu menunggu kedatangan rombongan.

“Memang kondisi Pak Nasrul sangat meprihatinkan, keluarganya hanya pasrah dengan kondisi itu. Tapi semua itu sudah kehendak yang maha kuasa, kita harap pihak keluarga selalu tabah menghadai cobaan ini,” ungkap Yulius,

Dikatakan, kedatangan mereka bersama tim Uspika langsung menyembangi ke rumah keluarga asien, dan memberi bantuan sembako dan langsung berkomunikasi dengan keluarga korban, dan mendengar langsung keluh kesahnya.

“Kalau dilihat memang mereka mengalami kesulitan ekonomi semenjak suaminya mengalami sakit-sakitan dalam tiga tahun belakangan ini. Mereka sangat terharu dan meneteskan air mata setelah bantuan itu kami serahkan,” terangnya.

Pengakuan isteri Nasrul, suaminya mengalami penyakit TBC, dan sudah beberpa kali melakukan pengobatan secara medis, baik ke RSL Daik Lingga maupun ke RS di Tanjungpinang. Karena merasa penyakitnya berangsur pulih, dan tidak melakukan pengobatan lagi.

“Kalau kita dengar penuturan pihak keluarga, penyakit fasien kembali kambuh karena obatnya terputus, sedangkan mobilisasi ingin menuju rumah sakit serba sulit, membuat penyakit Nasrul semakin berat,” terangnya.

Akaibat dari keterbatasan obat membuat kondisi Nasrul kaian berat. Akan tetapi, terkait penyakit tersebut, pihak kesehatan memberi pengobatan gratis pada masyarakat serta memberi penyuluhan terhadap masyarakat serta pencegahan jangan sampai terjadi.

“Memang informasi dari tim kesehatan dari yang ada di Desa Mentuda, penyakit TBC memang sedikit rawan di Dusun III Tembok, kita harap masyarakat dapat memahami tentang penyakit yang di alami Nasrul,” tuturnya.

Kedepan dia berharap aparat pemerintah desa harus selalu turun kemasyarakat agar tahu apa keluh kesah yang dialami masyarakat. Segala sesuatu dapat di koordinasikan secara bersama-sama.

Terkait kedua Nasrul yang putus sekolah, dia membantah, anak Nasrul bukan putus sekolah tapi dia sudah tamat SD, tapi tidak melanjutkan ke tingkat selanjutnya. Mengenai isteri Nasrul yang berhenti mengajar akibat suaminya sakit, itu sudah kewenagan kepal sekolah.

“Kalau anak Nasrul putus sekolah di Kelas VI itu tidak benar, saya sempat tanya mau sekolah tidak lagi, memang dia tidak ingin sekolah lagi. Hal itu mungkin di picu oleh orang tuanya masih sakit-sakitan. Kalau isteri Nasrul, itu sudah memang keweangan sekolah, karena menyangkut belajar mengajar anak, jadi sekarang kekosongan itu sudah ada yang mengisi,” ujar dia.

Kepala Desa Mentuda Abdul Hamid, sangat berterimakasih sekali dengan Uspika Lingga yang telah peduli terhadap masyarakatnya. Hal ini sangat membuat dirinya terharu atas kepedulian tim Uspika.

“Kedatangan camat dan tim ke rumah Nasrul, membuat kami merasa terharu, apa lagi sekarang hari libur kerja, namun menyempatkan diri menyembangi warganya yang sekarang ini dalam kesesahan,” paparnya.

Sementara, Ketua Gerakan Peduli Suku Laut Lingga Densy Diaz sangat berterima kasih pada camat dan tim Uspika. Dia menilai, camat dan Uspika sangat merepon positif sejak permasalahan ini di ketahuinya. Dia berharap kerja cepat dan cerdas seperti ini terus berlanjut bagi masyarakat yang mengalaminya.

“Sejak camat mengetahui masalah ini, dia langsung membawa tim dari Uspika melihat kondisi Pak Nasrul setelah dia mengetahui. Jujur isteri Pak Nasrul, Yanti Marliana terharu atas kedatangan rombongan, dia menetekan air mata dalam pelukan saya, kita berharap bantuan ini bermanfaat buat buat keluarga,” imbuhnya. (mrs/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


+ 5 = seven

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top