Cepat Tanggap, Dinas PUPR Lingga Ciut Uang Perbaikan Jembatan Melukap

27-07-04

KL – Meski dana serba minim, namun antusias masyarakat Kampung Melukap Kelurahan Daik Kecamatan Lingga tetap gotong royong bersama memperbaiki jembatan penyebrangan Kampung Melukap – Kampung Gelam,

Sebelumnya, jebatan sepanjang 3 X 3 Meter tersebut sudah keropos dan membahayakan warga yang memanfaatkan jalur tersebut. Akibat pada keropos, RW 03 Kelurahan Daik langsung menemui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lingga.

“Sejak kami mendatangi PUPR Bidang Bina Marga, alhamdulillah pada hari itu juga langsung menurunkan staf kelapangan mengecek dan terus memberi respon untuk perbaikan jembatan meski tidak masuk dalam anggaran rutin dinas,” ungkap Usdiman, Rabu (26/7) dan mensuport kepedulian Dinas PUPR Lingga.

Diakatakan, melihat kondisi sudah pada keropos sebagai Ketua RW langsung mengambil tindakan setelah sedikit dana di untuk perbaikan, dengan membwa masyarakat Melukap dengan pembayaran secukupnya.

“Alhamdulillah masyarakat khususnya Pemuda Melukap sangat respon dan menunjukkan rasa gotong toyongnya memperbaiki jembatan yang seharusnya di kelola oleh dinas terkait,” ujarnya.
Menurutnya, Dinas PUPR Lingga sudah seharusnya membangun jembatan tersebut secara permanen, karena lokasi jembatan masih dalam wilayah ibu kota, dan masuh dalam Kelurahan Daik.

“Kita juga berharap pada pemerintah daerah melalui dinas terkait, supaya Tahun 2017 diperjuangkan dan menjadi pembangunan prioritas pada anggaran APBD Lingga Tahun 2018 nanti, dan tidak ada lagi jembatan kayu di lokasi ibu kota,” harapnya.

Senada juga di sampaikan Ammad warga Melukap yang ikut goro bersama, dia juga berharap Dinas PUPR dapat mempriotas jembatan pada tahun depan, apa lagi jembatan tersebut saban hari di lewati kendaraan besar membawa material bangunan.

“Wajar jembatan yang terbuat dari kayu mudah rusak dan keropos, akibat panas dan hujan di timpa lagi dengan kendaraan berbobot besar. Karena jembatan masuk wilayah Melukap, maka kami bersama-sama memperbaiki dengan anggaran seadanya,” imbuhnya.

Sebelumnya Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lingga Indra Asmara mengaku kalau perbaikan jembatan tersebut tidak ada anggarannya dan tidak ada dana rutinnya. Sebelum datang bahaya, dinas langsung ambil kebijakan.

“Memang sekarang ini proram Dinas PUPR tidak ada lagi jembatan kayu, karena menyangkut anggaran maka belum dapat di atasi secepatnya. Kita juga coba upayakan buat lebih baik lagi kedepannya, dengan catatan anggaran kita mencukupi,” pungkasnya.(Mrs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


3 × tujuh =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.