DPRD KABUPATEN LINGGA IKUT MENSUKSESKAN ACARA MTQ KE IX TAHUN 2022 DENGAN MENGEKSPOSE PEMAKAIAN TUDUNG MANTO

KL – Acara pembukaan Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XI Tingkat Kabupaten Lingga , diikuti oleh peserta dari berbagai tingkatan mulai dari OPD Piswan.13 kecamatan,kelurahan,Desa,BPD,Perangkat Desa dan masyarakat serta pelayar sekolah se Kabupaten Lingga perhelatan pawai ta’aruf ini berlangsung pada hari Sabtu (19 Maret 2022) pagi.
Diawali start dari SD 005 Desa lanjut yang dilepas oleh Asisten 1 Kabupaten Lingga Drs Junaidi. adjam,finish dilapangan Arena utama MTQ ke XI di Desa lanjut Kecamatan Singkep pesisir .. Selama pawai berlangsung banyak para peserta yaang menampilkan berbagai macam atraksi di depan panggung kehormatan. Antusias Wargapun berbondong-bondong menyaksikan pawai ta’aruf MTQ Ke XI disepanjang jalan yang dilalui.
Pada kegiatan pawai ta’aruf MTQ KE XI Tingkatan kabupaten lingga kali ini salah satu peserta pawai,para Ibu istri anggota DPRD lingga menampilkan hasil kerajinan ibu PKK kabupaten lingga. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga melalui para istrinya yang tergabung dalam Persatuan Istri Anggota Dewan (Piswan) DPRD Kabupaten Lingga saat menghadiri kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX Tingkat Kabupaten Lingga seragam penutup kepala yakni Tudung Manto . Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten lingga ke XI tersebut berlangsung selama dua hari yakni hari Sabtu dan Minggu tanggal 19 sampai dengan 20 Maret 2022
Ini sebagai salah satu wujud kebanggan yang bertujuan untuk mempromosikan warisan budaya kabupaten lingga yakni Tudung Manto,

Ketua Persatuan Istri Dewan (Piswan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga, Lina Nashiruddin mengungkapkan, selama berlangsung kegiatan pawai ta’aruf piswan lingga mengenakan penutup Tudung Manto tersebut yang bertujuan untuk mempromosikan keelokan Tudung Manto pada masyarakat khususnya generasi muda kaum perempuan .
Selain itu Dia juga berharap keelokan Tuding Manto ini .dapat kita menyarankan dan berharap kepada generasi muda sebagai penerus agar dapat turut serta mengembangkan dan membangga Keelokan Tudung Manto,” kata Lina Nashiruddin yang merupakan istri dari Ketua DPRD Kabupaten Lingga Ahmad Nashiruddin.
Untuk diketahui, Tudung Manto telah memiliki sertifikat dan diakui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM yang berasal dari Kabupaten Lingga. Lina Nashiruddin berharap keberadaan Tudung Manto tidak hanya terbatas dilestarikan namun juga harus dapat berdampak pada kehidupan sosial dan perekonomian bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Dengan ikut dan dalam pelestarian Tudung Manto tentunya kita berharap kelestarian ini dapat lebih maju dan bisa merambah ke luar daerah,” kata Lina Nashiruddin.
Persatuan Istri Dewan (Piswan) diwajibkan jika Tudung Manto yang telah sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia itu harus benar-benar dilestarikan dan dikembangkan hingga dapat berdampak pada perekonomian masyarakat.
Persatuan Istri Dewan (Piswan) DPRD Kabupaten Lingga juga mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya kaum muda untuk dapat menjaga dan menjaganya serta bersama-sama memuji Tudung Manto ke daerah luar bahkan tingkat nasional dan internasional.
Para istri anggota DPRD Kabupaten Lingga ini tertarik pada upaya yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga yang mana beberapa waktu lalu tepat pada tanggal 07 Maret 2022 sampai dengan 21 Maret 2022 menggelar pelatihan pengrajin Tudung Manto yang dilaksanakan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.
Menurut para istri anggota DPRD Kabupaten Lingga, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah kabupaten Lingga bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga tersebut bertujuan untuk membuat Tudung Manto dengan pembuatan tenun Tudung Manto.
“Tentunya dengan semakin banyak pengrajin tenun Tudung Manto maka produksi Tudung Manto itu sendiri akan banyak dan memiliki stok. Tudung Manto banyak diminati oleh wisatawan yang datang ke Lingga. Dan itu salah satunya dapat meningkatkan perekonomian khususnya para pengrajin Tudung Manto,” kata Lina Nashiruddin.
Seperti yang diketahui, Bupati Lingga berharap dengan pelaksanaan pelatihan pengrajin Tudung Manto yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lingga bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga menargetkan pada tahun 2022 sebanyak 100 orang pengrajin tenun Tudung Manto.
Lina Nashiruddin juga mengungkapkan jika dirinya bersama istri anggota DPRD Kabupaten Lingga lainnya sangat mendukung dan berusaha dengan baik serta mendorong Tudung Manto. Ia menceritakan salah satu upaya yang digunakan yakni ketika mengikuti kegiatan Festival Tutup Kepala Perempuan Nusantara, dikesempatan itu kata Lina Nashiruddin, ia memperkenalkan apa itu Tudung Manto, mulai dari sejarah, cara dan proses pembuatan Tudung Manto dan sebagainya tentang Tudung Manto.
Upaya-upaya promosi demikian, kata Lina Nashiruddin harus terus digalakkan yang tujuannya agar Tudung Manto terkenal seantero negeri ini bahkan sampai ke luar negeri dan Tudung Manto dapat menjadi bagian lain dari pendukung perekonomian masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Lingga.
Lebih jauh Lina Nashiruddin, Tudung Manto memiliki ciri khas dan sangat melekat dengan budaya melayu Lingga. Dalam pembuatannya, untuk dapat menghasilkan satu helai Tudung Manto memerlukan keterampilan, kesabaran dan ketelitian serta membutuhkan waktu yang tidak singkat.
“Ibu Syarifah Puspawati Agusmarli merupakan salah satu pengrajin Tudung Manto, beliau telah memproduksi beberapa Tudung Manto,” ungkap Lina Nashiruddin.
Persatuan Istri Dewan (Piswan) DPRD Lingga mengaku sangat mendukung program pemerintah daerah dalam asalkan Tudong Mantu dalam setiap kegiatan maupun yang di selenggarakan baik oleh maupun di Provinsi, dengan harapan tersebut Tudong Manto bisa lebih dikenal oleh masyarakat baik lokal maupun mancanegara.
Sehingga bisa menjadi salah satu produk unggulan untuk menunjukkan kepada daerah lainnya sebagai salah satu produk lokal yg sangat cocok untuk dijadikan sebagai buah tangan atau suvenir bagi yang berkunjung ke kabupaten Lingga.
“Kami juga berpartisipasi dalam memuji tudong Manto sebagai salah satu produk unggulan dari kabupaten Lingga. Dengan semakin dikenalnya Tudung Manto ini tentu akan mampu menyumbangkan PAD bagi kabupaten Lingga melalui pengrajin yang memproduksi Tudong Manto,” kata Lina Nashiruddin
Untuk itu bersama pakai pemakaian Tudong Manto menjadi identitas wanita melayu khususnya Kabupaten Lingga. Bangga memakai dan memperkenalkan produk lokal kebanggaan Kabupaten Lingga. “Bertudong Manto Berkain dagang itulah perempuan Melayu”.
belum lama ini pada pembukaan pelatihan Tudung Manto, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga, Marathusholha mengungkapkan, pelatihan yang dilaksanakan selain dalam upaya mendukung pelestarian Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015 lalu juga untuk meningkatkan jumlah prosuksi Tudung Manto.
Kegiatan ini juga difungsikan untuk memotivasi masyarakat guna mempertahankan maupun mencintai produk lokal yang merupakan khazanah kebudayaan Melayu. Selain itu, pelatihan pembuatan Tudung Manto juga meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan.
“Kita harus serius dan fokus dalam mempertahankan warisan budaya asli Kabupaten Lingga ini, agar lebih bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat luar. Jangan sampai warisan ini tenggelam, dan pada akhirnya diambil daerah lain,” tegas Marathusholiha yang merupakan istri dari Bupati Lingga Muhammad Nizar.
Diketahui, Tudung Manto telah mendapatkan HAKI, sejak 2010 dengan pengakuan secara perorangan atau pribadi. Dan seiringnya waktu, pada tahun 2021 Hak Cipta atas Tudung Manto kini melekat pada pemerintah Kabupaten Lingga.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka perlindungan Pengetahuan Tradisional berdasarkan Undang-undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta.
“Saya mengajak untuk mewariskan keterampilan menekat Tudung Manto, dengan cara menciptakan generasi muda, demi keselamatan bangsa Melayu,” kata Marathusholiha
Senada dengan yang disampaikan kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga. Muhammad Nizar selaku Bupati Lingga juga terus mendorong dan memberikan dukungan terkait dengan serta meningkatkan produksi kerajinan tangan penutup kepala Tudung Manto.
Menurut Bupati Lingga Muhammad Nizar, sebelum diadakan pelatihan pengrajin Tudung Manto, mencatat hanya terdapat 20 orang pengrajin Tudung Manto. Hal itu Bupati Lingga Muhammad Nizar pada 13 November 2021 saat membuka secara resmi kegiatan Fashion Show Tudung Manto yang ditaja oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, di Taman Tanjung Buton, Daik Lingga.
“Saat ini hanya tersisa 20 pengrajin, dan untuk kedepannya harus mendapat penambahan jumlah pengrajin, untuk meningkatkan jumlah produksinya,” kata Bupati Lingga Muhammad Nizar.
Untuk meningkatkan jumlah prosuksi Tudung Manto, Bupati Lingga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lingga bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga untuk bergandengan melakukan upaya menciptakan pengrajin-pengrajin baru Tudung Manto dan meningkatkan jumlah produksi Tudung Manto.
Terhadap Tudung Manto, Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga bersama-sama mengajak dan mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Lingga yang dijuluki Bunda Tanah Melayu ini untuk dengan dan mempromosikan Tudung Manto ke daerah luar, nasional maupun internasional. (Sam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


enam − 1 =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.