Monday , 25 October 2021
Kabar Ticker

GURU KESULITAN MENGIRIM DATA PARA SISWA AKIBAT JARINGAN SELULER TIDAK ADA

Sinyal Internet

KL–Warga Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Utara mengeluhkan masih minimnya akses jaringan telepon seluler di wilayahnya. Seperti diungkapkan Ayu (29), salah satu guru SMP yang mengajar disatu atap disana, Menurutnya, akibat lemahnya jaringan tersebut, dirinya kesulitan untuk berkomunikasi maupun mengakses internet. Apalagi tugas seorang guru dimana harus mengirim data Dapodik yang pasti mesti menggunakan jaringan internet serta tugas-tugas lainnya. Kami mesti pergi ke desa Sungai Pinang terlebih dahulu untuk mengirim data-data sekolah kami karena hanya diatas bukit sungai pinang tersebut yang bisa terjangkau dan memiliki jaringan tersebut, ungkapnya Senin (23/05).

Afrizal (30), Sekretaris Desa Belungkur juga mengungkapkan, “Mungkin lantaran di sini di kelilingi dengan hutan, sehingga membuat jaringan seluler menjadi lemah dan sulit di jangkau,” timpalnya. Apalagi daerah sekitarnya juga identik dengan laut disekelilingnya. Kadang kami berharap ada sinyal yang nyangkut ke wilayah kami tanpa perlu repot-repot untuk mencari daerah yang tinggi. Namun harapan tersebut sia-sia. Jika ada urusan pemerintahan, kami mesti menitipkannya kepada teman atau orang yang dikenal yang kebetulan ingin turun ke pusat Ibukota Kabupaten Lingga atau kami sendiri yang pergi mengantarnya dan perlu memakan waktu hingga berjam-jam hanya untuk mengantarkan surat, tetapi seandainya jaringan seluler tersebut sudah ada dan kondisinya bagus mungkin kami tidak perlu repot-repot lagi mengantar surat tersebut cukup dengan sms atau menelpon saja sehingga kami bisa mengerjakan tugas-tugas kami yang lainnya.

“Disini jaringan sangat susah dan sinyalnya lemah. Untuk bisa berkomunikasi atau melakukan akses internet, kita harus keluar dari rumah dan mencari tempat yang tinggi,” kondisi ini sudah terjadi cukup lama. Kondisi serupa juga dialami warga Desa sekitarnya seperti Teluk, Kudung dan Lansik yang berada disana. Dirinya berharap, pemerintah setempat maupun pihak berwenang bisa segera mencarikan solusinya, keluhnya kepada media  Senin (23/05).(Imam/Sam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


seven × = 56

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top