Wakil Bupati Hadiri Malam Cap Gome di Kecamatan Senayang

KL – Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar beserta istri menghadiri acara cap Gome yang bertepatan dengan hari raya imlek di Klenteng Cetya Satya Kalama Kelurahan Kesenayang Kecamatan Senayang, Minggu(10/2) malam.
Muhammad Nizar mengajak kita saling menghormati umat beragama yang merayakan, khususnya di Kaupaten Lingga. Dengan beragam suku dan etnis yang ada, kita perlu hidup saling berdampingan dan menghargai antar sesama dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jaga kerukunan umat beragama walaupun berbeda-beda kita harus saling menghormati dalam bertetangga dan bermasyarakat sehingga tercipta lingkungan aman dan tentram. Sebagai mahkluk sosial sangat kita perlukan rasa kebersamaan dan berdampingan dalam menjalankan hidup sehari-hari,” ungkap Muhammad Nizar berpesan.
Dikatakan, saling menghormati antar sesama harus terjaga, supaya hidup antar etnis selalu berdampingan akur, rukun dan damai seiring berjalannya waktu, meski berbeda keyakinan namun kerukunan tetap terpelihara.
“Sejak dari dulu, memang hidup kita antar umat beragama tetap terjaga. Semoga kerukunan ini terus kita pelihara bersama-sama, hingga sampai ke generasi kita, tetap terjaga dan terpelihara,” pinta Nizar.
Sementara itu Camat Senayang Kimat Awal ketika di konfirmasi menuturkan, malam puncak cap gomeh di Senayang sangat luar biasa sekali,masyarakat antar etnis menyaksikan acara puncak perayaan Imlek warga Tionghoa di Senayang.
“Sangat luar biasa sekali, warga Tionghoa asal Senayang di berada di perantauan berkumpul semua, dengan mencarter satu kapal.very menuju Senayang, bahkan ada yang dari Malaysia dan Singapura juga ikut memeriahkan,” terangnya, Senin (11/2).
Untuk memeriahkan Perayaan Imlek dan cap Gome ini, kecamatan dan Kelurahan Senayang adakan Turnamen Senayang Cup, agar supaya umat yang merayakan Imlek di Senayang jauh-jauh hari sudah berdatangan dan bisa bertahan beberapa hari.
“Biasanya, warga Tionghua yang pulang dari perantauan, datang hari ini esok harinya pulang. Tapi dengan adanya turnamen yang kami buat ini, mereka sudah berdatangan dan bertahan disini, karena ada hiburan turnamen yang kami buat,” ujar dia.
Dia juga mengaku, kalau etnis Tionghua di Senayang sekitar 5 persen, tapi sampai hari ini mereka terus hidup berdampingan, bahkan warga Senayang ikut membantu menyukseskan malam cap gome di Senayang. Di malam itu juga, warga Tionghua juga menyediakan minuman untuk masyarakat yang hadir.
“Perayaan seperti ini merupakan khazanah, sebagai camat saya tetap akan menjaga dan memelihara tradisi mereka. Apa lagi masalah kerukunan umat beragama tetap kita pelihara agar antar etnis di wilayah Senayang tetap terjaga,” tukasnya.
Hadir bersama dalam agenda ini, wakil bupati beserta istri, Kadis Sosial, Sekretaris BKD, Camat Senayang, Kapolsek Senayang, Danramil Senayang, Lurah Senayang, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kecamatan Senayang. (mrs/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


lima × 1 =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.