Tuesday , 20 August 2019
Kabar Ticker

Aktivitas Nelayan Desa Sungai Buluh Terganggu Dengan Keberadaan Kapal KIP Pragon

KL – Sebuah Kapal KIP Pragon milik salah seorang pengusaha asal Dabo, dikhawatirkan tumbang ,karena sudah begitu lama kapal tersebut ditinggalkan dan tidak digunakan lagi , bahkan bagian bawah kapal sudah dipenuhi teritip yang dikhawatirkan dapat terjadi kebocoran ,sehingga efeknya nanti dapat mencemari laut Desa Sungai Buluh kecamatan Singkep Barat ungkap, Ramadan salah seorang Pemuda Sungai Buluh
“Dengan adanya Paragon KIP ini , jelas mengganggu aktivitas keluar masuknya kapal yang ukurannya agak besar dilokasi dikuala Desa sungai Buluh, menurutnya sudah berapa tahun KIP Paragon tersebut berada disitu, saya kurang begitu ingat, hanya saja yang saya ketahui KIP Paragon tersebut sudah beberapa tahun sandar disitu,” ujarnya.
Diketahui, KIP Paragon adalah kapal sedot timah milik PT Cipta Persada Mulia (CPM) dengan berukuran panjang 90 meter dan lebar 19 meter.kata Ramadan.
Mendengar keluhan dari Masyarakat Desa Sungai Buluh ini “Sahrul, Kepala cabang kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Dabo Singkep, mengatakan 1( satu) bulan yang lalu kita sudah turun kelokasi untuk meninjau langsung keberadaan kapal tersebut, yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat Desa Sungai Buluh Kecamatan.Singkep Barat ini.
Sahrul, juga menambahkan bahwa selama ini tidak ada pemberitahuan ke Kekantor , tentang keberadaan kapal yang berlabuh disini, ujarnya.
Kalau memang keberadaan kapal tersebut mengganggu aktivitas nelayan, dan aktivitas lainnya kita akan segera menemui pemiliknya,agar kapal tersebut dapat di pindahkan ketempat yang lebih aman” katanya.
selama ini saya belum mengetahuinya, karena tidak ada laporan yang disampaikan masyarakat kepada kita, dan kami akan tetap berkoordinasikan dulu bersama pemiliknya, biar kapal tersebut dapat di pindahkan ketempat yang lebih aman.
Namun menurut Ramadan sampai saat ini , belum ada melihat tindakan yang dilakukan oleh pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor unit Penyelenggara pelabuhan Kelas II Dabo Singkep, sehingga Kapal tersebut belum juga bergeser dati tempatnya.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


7 − = three

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top