Monday , 2 August 2021
Kabar Ticker

Rumah Di Lalap Si Jago Merah

 Sumber Tribun Batam

rumah-milik-satah-samah-72-rata-dengan-tanahLINGGA, TRIBUN – Rumah milik Satah Samah (72) rata dengan tanah usai dilahap si jago merah, Senin (25/11/2013) pagi di RT 2 RW V Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Lingga. Tak ada barang dan harta yang bisa diselamatkan.

Sedangkan ia pun berhasil keluar rumah setelah tiga orang warga memaksa menerobos api dan mengangkat tubuh Satah.

“Tiba-tiba sudah ada asap dari pintu. Tak lama, saya tengok dari celah pintu sudah merah. Tengok lagi, api sudah mengamuk,” tutur Satah, menceritakan kembali peristiwa memilukan itu kemarin.

Ia mengaku, sebelumnya memasak air di kompor untuk minum. Lalu ia pun kembali ke kamar menunggu air masak.

Tanpa sepengetahuannya, bunyi letupan itu ternyata membuat kobaran api. Kompor dengan delapan sumbu itu meledak, sementara alas di bawah lantai rumah panggung dari karpet plastik.

Hal itu, kata Satah, yang membuat api cepat membesar. Ia pun sudah pasrah. Teriakan juga tak lagi mampu keluar dari mulutnya.

Untunglah, ada tiga orang warga yang datang menerobos asap yang mulai memanas. Ketikanya, memaksa Satah untuk keluar. Namun, sang pemilik rumah itu mengaku sudah pasrah. Ia juga tidak memiliki tenaga lagi untuk bangkit dari tempat tidurnya.

“Tadi pas disuruh keluar pun, tak langsung mau. Jadi digotong sama warga,” ujar seorang warga saat melihat puing-puing rumah yang sudah menjadi arang.

Warga yang membantu menyiram dengan ember kalah cepat dengan kobaran api. Malah, semakin disiram, api seperti semakin membesar.

“Saya berpikir rumah saya habis. Saya jugalah,” tuturnya lagi ketika dijumpai di rumah anaknya yang berjarak sekitar dua kilo dari lokasi kejadian.

Sudah beberapa bulan ini, Satah memang tinggal seorang diri. Ia memilih tinggal di rumah itu daripada ikut dengan anaknya. Ia pun baru menangis ketika melihat anak perempuannya berseduh-sedah.

Satah memilih mengambil hikmah saja dari peristiwa itu. Menurutnya, harta yang sudah habis tidak perlu lagi dipikirkan. Memang, ada uang tunai senilai Rp 10 jutaan hasil mengumpulkan penjualan durian dan karet.

Selain itu, ada juga beras 25 kilogram, sarung 30 lembar, dan pakaian lainnya sekitar 20 lembar. Semuanya diletakkan dalam lemari.

“Untung sarung ini dicucikan anak. Pakain ini juga. Kalau tidak, tak ada benda lagilah,” ujarnya lagi.

Bahkan, seng dari pembelian atas program BSPS yang belum sempat digunakan pun hangus terbakar. Hanya satu keping saja yang tersisa dan lima sak semen.

Ia berencana membuat dapur dan serambi rumah dari dana bantuan renovasi rumah program BSPS. Tetapi, kini ia tidak bisa berbuat banyak lagi karena tidak satu barang yang bisa digunakan untuk membangun rumah. Kerugiannya pun ditaksir mencapai Rp 50 jutaan.

Kepala desa Lanjut, Abdul Samah, mengaku sudah mendata kerugian dan akan menyerahkan kepada dinas sosial. “Kami laporkan ke Dinsos. Mudah-mudahan ada bantuan lainnya. Kita upayakan saja,” katanya. (sumber :http://batam.tribunnews.com/2013/11/26/warga-selamatkan-satah-dari-kobaran-api)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


+ 9 = thirteen

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top