Aktivis Pemuda Di Lingga Protes Kelangkaan BBM

KL – LINGGA, Para Aktivis organisasi kepemudaan di Kabupaten Lingga meminta pemerintah setempat segera bertindak untuk mencari solusi kelangkaan Bahan Bakar Minyak di Lingga yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

“Kondisi ini sudah meresahkan dan berakibat roda perekonomian warga di sektor riil menjadi stagnan. Pemerintah harus segera bertindak,” kata Darwis, aktivis Pemuda Panca Marga (PPM) kepada salah satu media Jumat (20/1/2012).

Bacaan Lainnya

Atas kelangkaan Darwis, berharap kepada pemerintah dapat memperjuangkan peningkatan pasokan BBM, karena di Lingga beberapa pekan lalu kebutuhan BBM sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masyarakat di Lingga.

“Kami berharap agar Pertamina punya solusi kebijakan yang jeli terkait kebutuhan masyarakat Lingga,” ujarnya.

Kepada pihak penegak hukum dia meminta agar dapat menindak tegas orang-orang yang memanfaatkan situasi keadaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Darwis juga menyebut pasokan BBM di Lingga bagi pengusaha yang telah ditunjuk oleh Pertamina tidak bisa dioptimalkan untuk melayani kebutuhan masyarakat terutama di Dabo lantaran selalu datang terlambat.

Dia juga menyoroti armada pengangkut BBM yang ada tidak sesuai dengan standar Pertamina. Selain itu, ditengarai para pengusaha SPBB di Lingga mau menguasai pasokan secara tunggal, akan tetapi tidak mampu untuk mengelolanya.

“Kita meminta kepada pemerintah untuk dapat meninjau kembali dan memberi peluang dengan meningkatkan atau menambah pasokan BBM  untuk membuka SPBU kepada pengusaha yang lebih profesional dan dan lugas dalam melayani kebutuhan masyarakat di Lingga,” ujarnya.

Selain Darwis, Namhar Hasibuan yang merupakan aktivis Pemuda Pancasila juga menyoroti kelangkaan BBM ini. Dia mengaku sudah berkali-kali ingin menghadap Bupati Lingga, terkait dengan mempertanyakan solusi kelangkaan BBM ini.

“Namun Bupati sangat sulit untuk ditemui,padahal tujuan saya untuk berkoordinasi agar ditemukan solusinya. Akhirnya saya merasa jenuh,” tukas Namhar. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


+ 6 = tujuh

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.